Istana Kini Berada Di Partai Beringin Loh


Sehari sebelum bertemu dengan Jokowi, Kalla juga berencana mengumpulkan pemimpin Golkar daerah di Hotel JS Luwansa, Kuningan. Pesan pendek undangan ini beredar di lingkup internal kader partai beringin. Belakangan, acara itu dibatalkan tanpa ada pemberitahuan lagi. ”Tentu ada pertimbangan sendiri,” ujar ketua tim sukses Ade Komarudin, Mohamad Suleman Hidayat. Kalla enggan terus terang soal dukungan terhadap calon ketua umum. Namun dia mengakui ada preferensi mendukung calon tertentu. 

”Semua orang pasti punya penilaian. Mana yang baik, mana yang kurang baik. Pastilah,” kata Kalla. Juru bicara Kalla, Husain Abdullah, menampik kabar bahwa Kalla telah menjatuhkan pilihan pada satu calon. ”Kalaupun ada yang bertanya, Pak Kalla akan memilih yang bersih dan punya rekam jejak baik,” ujar Husain. Kehadiran tangan pemerintah terasa sejak Golkar memutuskan menggelar musyawarah nasional melalui rapat pimpinan nasional pada Januari lalu. Saat penutupan rapat itu, Jokowi mengutus Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden ingin kisruh berkepanjangan di tubuh Golkar segera beres. 

Baca Juga : Koalisi Jokowi Siapkan Kampanye Nawacita II

Menurut Pramono, konflik partai bakal berimbas pada jalannya pemerintahan. ”Cepat atau lambat,” ujarnya. Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar digelar setelah terjadi konflik internal selama satu setengah tahun sejak Desember 2014. Pembukaan musyawarah itu di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu pekan lalu dihadiri Jokowi sebelum bertolak ke Korea Selatan dan Rusia. Sebanyak delapan nama kader, yakni Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo, bersaing memperebutkan pucuk tertinggi partai beringin. 

Setelah Golkar memastikan suksesi kepemimpinan, Jokowi diam-diam juga bergerak mendekati calon Ketua Umum Golkar. Pada pertengahan Februari lalu, Jokowi memanggil Airlangga Hartarto ke Istana Negara. 

Seorang politikus Golkar menuturkan, Jokowi menanyakan isu Airlangga bakal mencalonkan diri sebagai ketua umum. ”Mas Airlangga siap melawan Setya dan Ade Komarudin?” ujar Jokowi seperti ditirukan politikus Golkar. Airlangga menjawab, ”Siap!” Jokowi juga menanyakan kesiapan pendanaan Airlangga seandainya bertarung di Musyawarah Nasional Golkar. Sebab, kata Jokowi, Setya dan Ade didukung sumber dana yang kuat. ”Sudah saya siapkan, Pak Presiden,” ucap Airlangga. Saat dimintai konfirmasi, Airlangga mengatakan mereka justru lebih banyak berdiskusi tentang masalah lain. 

”Soal peta jalan industri kehutanan,” ujarnya. Adapun juru bicara Presiden, Johan Budi S.P., menyangkal ada pertemuan itu. ”Sejauh yang saya tahu, Presiden tidak pernah memanggil Airlangga Hartarto,” katanya. Para calon ketua umum menyadari dukungan pemerintah penting untuk merebut suara pemilih. Sebab, banyak kader Golkar menjabat kepala daerah atau pemimpin Dewan. Ketua tim sukses Ade, M.S. Hidayat, mengatakan dukungan pemerintah amat vital bagi eksistensi Golkar. Menurut Hidayat, kader ingin memilih calon yang didukung pemerintah. ”Kader di bawah sudah letih berkonflik.

” Saat sosialisasi pencalonan pada 2 Mei lalu, hampir semua calon menyatakan pentingnya bekerja sama dengan pemerintah. Sikap ini bertolak belakang dengan langkah Golkar setelah pemilihan presiden. Ade menyatakan Golkar dilahirkan dengan ideologi karya kekaryaan. ”Partai ini tidak dilahirkan melawan pemerintahan,” ujarnya. 

Jalan para calon merapat ke pemerintah dilakukan dengan mendekati orangorang di lingkaran dekat Jokowi, yakni Luhut dan Kalla. Setya Novanto diuntungkan dengan posisinya sebagai kawan lama Luhut. Dia merapat ke Luhut, orang yang paling dipercayai Jokowi di pemerintahan. Hubungan Jokowi dengan Setya pernah harmonis, di awal-awal pemerintahan. Setya berhasil mendinginkan hubungan panas parlemenpemerintah. Hubungan keduanya sempat renggang saat kasus ”Papa Minta Saham”. Belakangan, komunikasi cair kembali saat membahas Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PILIHAN PAHIT GENDHIS MANIS

Pabrik Gula Kini Menjadi Permasalahan Publik

MEMELIHARA HANTU KOMUNISME