DI BALIK PANGGUNG SHREK
LORD Farquaad, pangeran dari Kerajaan Duloc, sosoknya kerdil. Kakinya pendek sekali. Christian Marriner, aktor yang memerankan Lord Farquaad, di balik kostum jubah kerajaan yang dikenakannya tentu harus melipat kakinya dan berjalan dengan dengkul sepanjang pertunjukan. Penonton tertawa saat melihat pangeran kate yang tingkah lakunya konyol itu ingin kawin dengan putri Fiona yang cantik jelita (diperankan oleh Lindsay Dunn).
Penonton juga tertawa saat Shrek, sosok monster hijau yang mencintai Putri Fiona, menginterupsi upacara pernikahan. Si ogre hijau itu menyatakan rasa asmaranya kepada Fiona dengan menyanyikan Big Bright Beautiful World. Jakarta adalah kota pertama di Asia yang menjadi saksi percintaan Shrek dan Fiona serta gagalnya perkawinan Lord Farquaad dan Fiona. Broadway Entertainment Group memulai tur Shrek keliling Asia dari Jakarta. Sejak 5 hingga 22 Mei nanti, Shrek tampil setiap hari di Ciputra Artpreneur, kecuali hari Senin. Total ada 24 pertunjukan yang digelar. Khusus untuk Jumat-Sabtu, dua pertunjukan akan digelar dalam sehari.
Baca Juga : MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI
Penonton Jakarta akan melihat tiba-tiba setelah Shrek datang, masuk ke gereja rombongan makhluk aneh yang pernah terusir dari Kota Duloc. Mereka diusir karena perawakan fisiknya seperti Shrek, yang dianggap ganjil. Salah satu yang datang adalah seorang kurcaci dari tujuh kurcaci bernama Grumpy. Sosoknya mirip dengan Lord Farquaad. Oalah, ternyata dia adalah ayah sang penguasa Duloc. Lord Farquaad sejatinya adalah seorang kurcaci.
Dia bagian dari makhluk aneh juga ternyata! Gereja kacau. Di tengah kekacauan itu, matahari mulai terbenam. Tak ada yang tahu, bila senja tiba, Fiona yang cantik akan berubah menjadi makhluk ogre yang berparas buruk. Terlambat. Tak ada lagi waktu untuk Fiona bersembunyi. Ruangan temaram. Saat lampu pertunjukan kembali menyala, Fiona yang cantik berubah menjadi makhluk hijau sama seperti Shrek. XXX YA, ini dunia antah-berantah yang romantis. Shrek The Musical pertama kali dipentaskan di Seattle, Amerika Serikat, pada 2008. Pertunjukan ini ditampilkan secara berkala di Broadway, New York, selama dua tahun, sebelum tampil dalam tur di kota-kota Amerika hingga 2013.
Pertunjukan ini juga dipentaskan di kawasan teater West End, London, selama 2011-2013. Kemudian dibawa dalam tur keliling Inggris dan Irlandia pada tahun berikutnya. Pertunjukan itu meraih sejumlah penghargaan. Dari Drama Desk Award untuk set panggung terbaik, Tony Award untuk desain kostum terbaik, hingga Grammy Awards untuk kategori album pertunjukan musik terbaik. Pada 2015, Broadway Entertainment Group mengajukan lisensi Shrek The Musical untuk tur di Timur Tengah dan Asia.
Musik, cerita, dan lirik sama dengan versi asli pertunjukan Broadway. Namun mereka dibebaskan membuat set panggung, kostum, dan elemen kreatif lain. Tur di Timur Tengah dimulai sejak awal tahun ini. Mereka tampil di Istanbul (Turki), Dubai (Uni Emirat Arab), dan Doha (Qatar). Setelah dari Timur Tengah, tahun 2016 giliran Asia. Jakarta dipilih mengawali tur Asia karena tahun lalu Broadway Entertainment Group membawa pentas teater musikal Beauty and the Beast ke Ciputra Artpreneur juga. ”Kesuksesan pertunjukan itu membuat kami yakin bah

Komentar
Posting Komentar